3.1.1 Pengenalan Mikrotik

Mikrotik merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada standard komputer PC. PC yang akan dijadikan Router. Router Mikrotik tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai Gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

 

Gambar 3.1 peta dimana mikrotik pertama ditemukan

Mikrotik dibuat oleh Mikrotik ls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang darjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995. John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996, misi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP) tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini Mikrotik ls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.

Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal komputer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, Firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.

Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika kamu ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari Mikrotik ls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 hingga Level 6. Untuk Level 1 adalah versi Demo yang dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:

ü  Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.

ü  Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sebagai fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.

ü  Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe Clien.

ü  Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe Access Point.

ü  Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.

ü  Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.

3.1.2 Kelebihan Mikrotik  dibanding produk lain

Router Mikrotik adalah sebuah mesin linux yang dirancang secara khusus untuk keperluan networking.  Mikrotik ini begitu menarik saat ini, karena dengan fiturnya yang begitu lengkap serta kemudahan dalam penggunaanya dan juga relatif lebih murah (apalagi dibanding Cysco) Dan dalam networking, Mikrotik hampir dibilang lebih dari yang lain (meski ingin membuat jaringan yang kompleks), kelemahanya hanya dalam performance proxy (dibanding squid) serta jika Routerboard-nya dibanding cysco kalah dalam hardware yang digunakan Jika kita sudah memahami konsep jaringan dengan baik maka akan begitu mudah menerapkan di Mikrotik dengan tool GUI-nya (winbox), sehingga tak perlu menghapal command untuk melakukan setting.

Fasilitas pada Mikrotik antara lain sebagai berikut :

ü  Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

ü  Statefull Firewall

ü  Hotspot for Plug-and-Play access

ü  remote winbox GUI admin

Saat ini versi Mikrotik telah mencapai versi 4.11, namun masi tersedia juga versi lama yang terakhir adalah versi 2.9.51. Mikrotik hanya didistribusikan dalam bentuk berkas atau FIle yang dapat diunduh atau download dari website resmi mereka di http://www.Mikrotik .com/download/html. Ukuran file versi 3.07 adalah sekitar 21.63 Mb sedangkan versi 2.9.51 adalah 15.09 Mb.

Kamu juga dapat membeli lisensi sekaligus file Mikrotik dalam bentuk DOM (Disk on Module) berbentuk media penyimpanan seperti hard disk berukuran fisik kecil dari beberapa vendor yang sudah ada di Indonesia.

3.1.3 Persyaratan Instalasi Mikrotik

Mikrotik dapat di install di PC dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:

  1. ISO Image; menggunakan Compact Disc (CD) instalasi. Silakan download file berekstensi .ISO yang tersedia dan kamu harus “membakarnya” ke dalam media CD kosong.
  2. NetInstall; melalui jaringan Komputer (LAN) dengan Satu Disket, atau menggunakan Ethernet yang mendukung proses menyalakan Komputer (booting) Komputer melalui Ethernet Card. NetInstall dapat dilakukan pada sistem operasi Windows 95/98/NT4/2000/XP.
  3. Mikrotik Disk Maker; membutuhkan beberapa buah disket ukuran 3,5″ yang nantinya akan disalin pada hard disk saat instalasi dilakukan.

Adapun persyaratan minimal Komputer yang dibutuhkan untuk Mikrotik adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan prosesor setidaknya 100 MHz atau lebih seperti Intel Pentium, Cyrix 6X86, AMD K5 atau prosesor yang lebih baru dari Intel IA-32 (i386). Ingat penggunaan lebih dari satu prosesor belum diperbolehkan.
  2. Memori (RAM) minimal 64 Mb dan maksimum 1 Gb.
  3. Media penyimpanan (Hard Drive) menggukana sistem standar Kontroler IDE dan ATA. Penggunaan SATA, SCSI dan USB tidak didukung. Pastikan sisa media penyimpananmu adalah minimal sebesar 64 Mb.
  4. Jika instalasi menggunakan disket, gunakan ukuran 3,5″ pada drive A.
  5. Jika instalasi menggunakan media CD, pastikan standar kontrolernya adalah ATA/ATAPI.
  6. Jika kamu instal melalui LAN, gunakan standar Ethernet tipe PCI.

3.1.4 Routerboard

Routerboard adalah platform perangkat keras yang dibuat oleh Mikrotik . Routerboard didukung oleh sistem operasi RouterOS dan jangkauan dari CPEs nirkabel kecil, untuk router inti sangat kuat, masing-masing untuk tugas dan situasi yang berbeda. Routerboard merupakan perangkat keras yang dapat digunakan untuk membuat access point yang handal mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.

Contoh Routerboard

Routerboard 411AH

Routerboard 411AH (Lisensi Level 4CF-AP) dengan Wireless MiniPCI R52 yang dipadukan dengan embedded antenna 5GHz 20dbi, menghasilkan unit wireless yang ringkas. Sudah termasuk adaptor 24V dan PoE.

Gambar 3.2 Routerboard 411AH

Detail Barang:

  • Routerboard 411AH dengan outdoor box dan embedded antenna 5GHz
  • 1 port Ethernet (1 untuk PoE)
  • 1 slot minipci
  • 1 buah Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz
  • 1 Insulator Ethernet
  • Power Adaptor 24V
  • Power Over Ethernet Spliter
  • Pole mounting bracket
  • Lisensi Mikrotik RouterOS AP – Level 4 /CF

Spesifikasi Routerboard 411AH :

  • CPU: Atheros AR7161 680MHz
  • Memory: 64MB DDR onboard memory chip
  • Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
  • Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
  • Ethernet ports: 1 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X
  • Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port
  • LEDs: Power, user LED
  • Power options: Power Over Ethernet: 10..28V DC (except power over datalines);
  • Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
  • Dimensions: 105mm x 105mm (4.13 in x 4.13 in)
  • Temperature: Operational: -20°C to +70°C (-4°F to 158°F)
  • Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing)
  • Currently supported OS: RouterOS 3.0

Embedded Antenna & Enclosure Specifications:

  • Frequency: 5400-5850MHz
  • Antenna Gain: 20 dbi
  • VSWR: 1.5:1
  • Impedance: 50 Ohm
  • Operating Temperature: -45 to 80 deg C
  • Beam Width (H): 18 Deg
  • Beam Width (V): 18 Deg
  • Dimmentions (outer): 280mm (L) x 265mm(w) x 95mm (d)
  • Weight: 2.85 kg

3.2 WiFi

3.2.1 Pengertian WiFi

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan Komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses atau dikenal dengan hotspot terdekat.

3.2.2 Spesifikasi, Kecepatan, dan Frekuensi WIFI

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

 

 

Tabel 3.1 Spesifikasi wifi

Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Cocok dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b,g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

Tabel 3.2 kanal  pada WiFi

Kanal Frekuensi
Channel 1 2.412 MHz
Channel 2 MHz
Channel 3 MHz
Channel 4
Channel 5
Channel 6
Channel 7
Channel 8
Channel 9
Channel 10
Channel 11

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

3.2.3 Standard wireless network yang umum digunakan.

  1. a. Standard wireless 802.11

Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.

  1. b. Standard wireless 802.11b

Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama.

  1. c. Standard wireless 802.11a

Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.

  1. d. Standard wireless 802.11g

Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.

  1. e. Standard wireless 802.11n

Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah Clien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau Clien Wi-Fi sesuka hati. Access point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.

3.3 Mode koneksi WiFi

3.3.1 Mode Ad-hoc

Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa Komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Karena padamode ad-hoc ini tidak memerlukan Access point untuk host dapat saling berinteraksi.

Gambar 3.5 Mode Ad-hoc pada WiFi.

Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer. Kekurangan dari mode ini adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel, jangkauannya terbatas pada area transmitter dan receiver WiFi tersebut.

3.3.2 Mode Infrastruktur

Pada mode Infrastruktur koneksi antar komputer menggunakan Access point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan wireless.

Gambar 3.6  Mode jaringan Infrastruktur.

3.4 Berbagai Jenis Perangkat WLAN

3.4.1 WiFi Access point

Access point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antenna untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari Clients remote.

Gambar 3.7 WiFi AP Indoor

Access Point dapat dioperasikan dalam berbagai modus operasi:

ü   sebagai Access point,

ü   Repeater,

ü   Bridge, dan

ü   Wireless Client.

WiFi Access Point biasanya dikapai untuk mode jaringan Infrastruktur, Fungsi utama dari Wireless Access Point adalah untuk mengembangkan jaringan local kabel anda secara wireless. Berdasarkan penggunaannya ada dua jenis Wireless Access Point, yaitu untuk pemakaian Indoor dan Outdoor. Dengan access points (AP) Clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless.

Sebagai Wireless Access Point (WAP), perangkat ini bisa memungkinkanjaringan kabel LAN dikembangkan menjadi jaringan wireless dengan jalan menghubungkan perangkat AP ini kepada sebuah salah satu port Ethernet jaringan LAN anda misal ke sebuah Switch atau ke sebuah modem router langsung.

Wireless Access Point terbaik haruslah mendukung fitur Wireless Distribution System (WDS). Dengan WDS sebuah jaringan wireless bisa dikembangkan dengan menggunakan beberapa wireless AP tanpa harus menggunakan backbone kabel jaringan dan Client bisa roaming antar wireless AP. Dengan fitur WDS ini anda bisa mengembangkan jaringan wireless yang besar dengan saling link antar wireless AP dengan WDS Link tanpa harus terkoneksi dengan backbone kabel seperti halnya jaringan AP tradisional. Umumnya fitur WDS ini sangat cocok dipakai pada lingkungan jaringan wireless yang sangat luas dan lebar misal di pabrik, di kampus dan sebagainya.

3.4.2  WiFi USB

Berbagai produk termasuk WiFi USB adapter, Wireless Adapters USB 2.0 yang menghubungkan laptop / komputer ke network. Contoh: nirkabel untuk menggunakan dan sangat berguna ketika datang ke komputasi mobile.

WiFi USB adapter  memungkinkan untuk menghubungkan laptop atau Komputer ke jaringan nirkabel dan WiFi adapter yang rata-rata berantena eksternal ini memang cukup nyaman digunakan dimana saja. Seperti perangkat lain yang berbasis USB adapter yang berkerja secara eksternal ini mempunyai mobilitas dan kompatibilitas yang sangat tinggi karena sangat mudah dipindah tempat dari satu PC ke PC lain, asal perangkat tersebut memiliki antarmuka USB. Pada umumnya adapter yang berbasis WiFi menggunakan protokol 802.11b dengan transfer data maksimal sebesar 11 Mbps.

Gambar 3.8 WiFi USB.

Untuk membuat sinyal dari USB menjadi jauh, maka dapat digunakan pemasangan reflektor dari antena parabola dimuka perangkat USB WiFi tersebut. Dalam pengimplementasiannya, penggunaan perangkat USB WiFi akan dapat lebih menekan biaya pemasangan daripada menggunakan WiFi PCI atau PCMCIA.

3.4.3   WiFi PCI

PCI (Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. WiFi PCI adalah salah satu jenis perangkat WLAN yang menggunakan standard 802.11 dan menggunakan slot PCI.

Gambar 3.9 WiFi PCI 802.11g.

3.4.4   WiFi PCMCIA

PC Card merupakan pemendekan kata dari induk asosiasinya yaitu Personal Computer Memory Card International Association (PCMCIA) atau Asosiasi Internasional Kartu Memori PC yang dimaksud untuk memudahkan dibaca serta diingat. PC Card merupakan salah satu bentuk di antara kartu memori pertama yang dibuat pada tahun 1990-an dan setelah berkembang jenis dan modelnya, kini dipakai khusus sebagai perangkat koneksi pada notebook, misalnya sebagai modem untuk melakukan koneksi internet melalui frekuensi GSM atau CDMA, wireless card, dan lainnya.

Gambar 3.10 WiFi PCMCIA CARD.

PC Card awalnya dirancang sebagai media penyimpan pada Komputer (computer storage), akan tetapi keberadaannya kini media penyimpan itu mempunyai jenis yang bermacam-macam. Tipikal alatnya seperti network card, modem, dan hard disk. Jenis kartu ini juga digunakan untuk kamera digital SLR, seperti kodak seri dc 300. Fungsi awal kartu ini, yaitu sebagai media penyimpan, sudah jarang digunakan.

3.5 Berbagai Jenis Antena Pada WiFi

3.5.1 Antena Omnidirectional

Antena Omni untuk Hotspot bisa diakses laptop hingga jarak 700 meter lebih untuk kondisi tidak terhalang (LOS). Sedangkan jika diterima dengan Access point ditambah antena penguat bisa diakses Clien hingga jarak 6 km lebih.

Gambar 3.17 Antena Omnidirectional 15 dB 5,8 Ghz

Secara umum Antena Omni mempunyai Fitur antara lain :

–    Mempunyai kinerja yang bagus

–    Semua operasi cuaca dipasang diluar ruangan (tower).

–    Menggunakan konektor tipe-N

Tabel 3.1 Spesifikasi  Antena Omni OM1558:

Spesifikasi OM1558:
Frequency 5800-5900 MHz
Gain 15 dBi
Polarization Vertical
Vertical Beam Width
Horizontal Beam Width 360°
Impedance 50 Ohm
Max. Input Power 100 Watts
VSWR < 1.5
Connector N-Female
Weight 3.3 lbs (1.5kg)
Length 40.5 in. (1.03m)

Antena Omnidirectional mempunyai pola radiasi pancaran RF 360 derajat. Pertikal polarisasi Antena Omni adalah vertikal dengan gain (penguatan) antena sekitar  3-15 dB. Antena ini biasa digunakan untuk Point-to-Multi-Point  (P2MP) link untuk jarak 1 – 5 km.

Pada Gambar 3.18 ditunjukan ciri khas polarisasi radiasi dari antena Omnidirectional RFDG 140. Radiasi horizontal cukup dekat dengan 360 derajat radiasi. Radiasi horizontal pada dasarnya adalah E-Field. Sebaliknya, polarisasi vertikal sangat sempit.

 

Gambar 3.18 Pola radiasi pancaran pada Antena Omni.

Dengan demikian hanya stasiun dalam radiasi 360 derajat pola yang akan dilayani oleh sebuah antena Omnidirectional. Sebuah antena Omnidirectional mungkin tidak melayani stasiun jauh yang terletak diatas antena.

3.5.2 Antena Sektoral

Antena sektoral cukup mirip dengan sebuah antena Omnidirectional. Biasa digunakan untuk Access point untuk melayani Point-to-Multi-Point link. Beberapa antena sektoral vertikal terpolarisasi dan beberapa terpolarisasi horizontal.

Antena sektoral biasanya memiliki keuntungan yang jauh lebih tinggi daripada antena Omnidirectional di kisaran 10-15 dBi. Hal ini cukup baik untuk melayani wilayah jarak 6-8 km. Mempersempit balok-lebar radiasi horisontal hanya sekitar 45-180 derajat harus sayangnya antena memperoleh kompensasi yang lebih tinggi. Keuntungan wajar karena mendefinisikan area layanan yang lebih sempit.

Ditunjukkan pada Gambar 3.19 adalah antena sektoral 5.8 GHz terpolarisasi vertikal 180 derajat

.

Gambar 3.19  Antena Sektoral.

Ditunjukkan pada Gambar 3.20 pola radiasi antena sektoral. Pola radiasi horizontal ini kebanyakan memancarkan pergi dari ujung depan antena. Tidak banyak radiasi di belakang antena sektoral. Polarisasi vertikal sangat sempit cukup mirip dengan antena Omnidirectional. Sebuah antena sektoral akan biasanya diletakkan di atas menara yang tinggi dan sedikit miring sehingga radiasi horizontal akan melayani area di bawah ini.

Gambar 3.20 Pola radiasi pancaran pada Antena Sektoral.

3.5.3 Antena Parabolic

Sebuah antena parabola gain tinggi digunakan untuk reflektor antena radio, televisi dan komunikasi data, dan juga untuk radiolocation (radar),  pada UHF dan SHF bagian dari spektrum elektromagnetik. Panjang gelombang yang relatif pendek radiasi elektromagnetik pada frekuensi ini berukuran cukup memungkinkan reflektor untuk memamerkan arah yang dikehendaki respons yang sangat baik untuk menerima dan mengirimkan.

Gambar 3.21 Antena parabolic.

Link gelombang mikro termasuk WiFi terestrial yang luas, seperti yang antara BTS ponsel, dan Wireless LAN / WAN aplikasi juga telah berkembang biak jenis antena ini. Sebelumnya aplikasi disertakan berbasis darat dan udara radar dan radio astronomi. Meskipun antena parabola istilah ini sering digunakan untuk antena parabola, dapat mengandung arti tambahan antena bulat juga, yang memiliki sebagian dari permukaan bola sebagai bentuk reflektor.

Antena parabola biasanya mempunyai penguat minimal sekitar 18-28dB. Ditunjukan polarisasi radiasi antenna parabola pada Gambar 3.22 polarisasi horizontal dan vertikal dari antena parabola yang biasa digunakan untuk komunikasi Point to Point.

Pola radiasi antenna polarisasi antenna berbentuk lancip memang jika dilihat dari penguat yang dihasilkan, parabola ini mempunyai penguat yang besar. Tetapi penguat tersebuat harus dikompensasi dengan lebar beam (band width) yang sangat sempit. Artinya jika arah antena tergeser sedikit, maka sinyal akan hilang pada ujung yang lain.

Gambar 3.22 Pola radiasi horizontal dan vertikal antena parabola.

3.5.4 Antena Yagi

Seri Antena Yagi yang dapat digunakan dalam berbagai sistem nirkabel dimana biaya rendah, kinerja yang baik dan pembebanan angin rendah merupakan faktor penting. Berbagai pilihan frekuensi yang tersedia antara 1700 dan 2700 MHz.

 

Gambar 3.23 Antena Yagi.

Antena Yagi mempunyai penguat lebih kecil yaitu berkisar 7-15bB, semakin banyak anak radiator yang digunakan semakin tinggi penguat antenna tersebut. Pola radiasinya diperlihatkan pada Gambar 3.24 dibawah bentuknya kira-kira seperti bola, baik pada potongan medan horizontal maupun vertikalnya.

Gambar 3.24 Pola Radiasi horizontal dan vertical

Antena Yagi pada 2.45GHz.

Sistem koneksi antena PAWVA24-1 6 1 6dB Seri  Antena Yagi 2.4 GHz dengan tipe konektor –N.

Contoh fitur-fitur pada merk Antena Yagi :  16 dB Antenna Gain, Biaya rendah dibandingkan dengan Gain 16dB Antena Yagi, Sangat rendah angin Loading Desain Aesthetic,  Bracket mengakomodasi 1.0 “ke 1.5” Diameter kutub, 45 Deg tilt dan 360 Deg penyesuaian rotasi,  Vertikal atau Horizontal Polarisasi, 24 “Pigtail dengan tipe N Wanita atau N Male Connector,  Rugged, Ringan dan Waterproof,  Frekuensi Options Available antara 1700 dan 2700 Mhz.

Aplikasi Antena Yagi bisa digunakan untuk berbagai keperluan antara lain :

–        2.4 GHz ISM Band Aplikasi

–        Wireless Broadband System

–        WISP CPE Equipment

–        Wireless Internet Access

–        Point to Multi-Point Systems

–        Membangun untuk membangun link kecepatan tinggi.

Tabel 3.2 Contoh Spesifikasi & Frekuensi kerja Antena Yagi